Usai Rapat Pengendalian Inflasi dengan Kemendagri, Wabup Kampar Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Selama Ramadhan
Foto: Usai Rapat Pengendalian Inflasi dengan Kemendagri, Wabup Kampar Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Selama Ramadhan.
Kamparpost.com — Wakil Bupati Kampar Misharti menegaskan bahwa ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Kampar tetap terjaga selama bulan suci Ramadhan. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat pengendalian inflasi daerah secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Senin (23/2/2026).
Rapat yang digelar melalui Zoom Meeting tersebut berlangsung di Ruang Command Center Kantor Bupati Kampar dan dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir. Kegiatan ini diikuti Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, Asisten II Setda Kampar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas PUPR Perkim, BPS Kampar, unsur Forkopimda, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam rapat tersebut, disampaikan pemaparan mengenai Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ketiga Februari 2026. Sekjen Kemendagri menekankan pentingnya peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk terus fokus menekan laju inflasi, khususnya di daerah yang mencatat IPH tertinggi.
“Rapat ini dilakukan untuk memastikan inflasi nasional tetap terkendali, terlebih menjelang dan selama Ramadhan. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan langkah-langkah konkret pengendalian inflasi,” ujar Tomsi Tohir.
Usai rapat, Wakil Bupati Kampar Misharti menyampaikan bahwa pengendalian inflasi menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan, Pemkab Kampar terus memantau perkembangan harga dan pasokan komoditas strategis guna mencegah lonjakan inflasi.
Menurutnya, salah satu faktor pemicu inflasi di Kabupaten Kampar adalah fluktuasi harga komoditas pangan kelompok volatile food seperti cabai, bawang merah, telur ayam, dan daging ayam ras. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh peningkatan permintaan selama Ramadhan, kendala distribusi pasokan dari luar daerah, serta faktor cuaca ekstrem yang berdampak pada hasil produksi petani.
“Untuk daging ayam ras, kenaikan harga juga dipicu oleh meningkatnya harga pakan yang berdampak pada biaya produksi. Sementara sebagian besar pasokan cabai, bawang, dan telur masih bergantung pada daerah lain dengan tingkat ketergantungan di atas 70 persen,” jelasnya.
Meski demikian, Misharti memastikan Pemerintah Kabupaten Kampar terus melakukan berbagai upaya konkret, antara lain pemantauan harga dan stok secara rutin, penguatan kerja sama antardaerah penghasil komoditas, serta pencanangan gerakan menanam padi, cabai, dan jagung.
Selain itu, Pemkab Kampar juga secara berkala melaksanakan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah di seluruh kecamatan, serta melakukan inspeksi mendadak ke pasar dan distributor guna mencegah penimbunan barang.
“Kami terus bekerja maksimal dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menekan angka inflasi dan menjaga daya beli masyarakat Kabupaten Kampar,” tutup Wakil Bupati. (ADV)